Konstitusionalitas Norma Sanksi Pidana sebagai Ultimum Remedium dalam Pembentukan Perundang-undangan

Authors

  • Titis Anindyajati Peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengkajian Perkara, Pengelolaan Teknologi Informasi Komunikasi Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Jl. Medan Merdeka Barat No.6 Jakarta
  • Irfan Nur Rachman Peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengkajian Perkara, Pengelolaan Teknologi Informasi Komunikasi Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Jl. Medan Merdeka Barat No.6 Jakarta
  • Anak Agung Dian Onita Peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengkajian Perkara, Pengelolaan Teknologi Informasi Komunikasi Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Jl. Medan Merdeka Barat No.6 Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.31078/jk12410

Keywords:

Ultimum Remedium, Primum Remedium, Political Criminal Law

Abstract

Intentionally, criminal sanction was seen as an effective solution for the problem of crimes. On the other hand, criminal sanctions also pose as an implementation of state responsibility in maintaining public security, order and legal protection of its citizens. In the development of Indonesian legal system, most of the laws enacted by the state have included criminal sanction in its substance. Therefore, there is a shift in the political law (legal policy) regarding the application of criminal sanctions, which intentionally pose as a last resort (ultimum remedium) has shifted towards first resort (primum remedium). The inclusion of criminal sanctions in the legislation as primum remedium might result on the violation of the constitutional rights of Indonesian citizens. In addition, there is an emergence of numbers in applications  of judicial review on the laws regarding the criminal sanctions issues. This research focuses to examine and determine about the position of criminal sanction norms in the law and about the deliberation and reasoning of the Constitutional Court in reconstructing the structure of criminal sanctions in law from primum remedium toward ultimum remedium. The research showed that most of the laws enacted from 2003 through 2014 have adapted the norms of criminal sanctions as primum remedium. This can be seen in the construction of the criminal forfeiture clause, where in the contrary, the concept of punishment states that criminal sanctions should be positioned as ultimum remedium. In the meantime, the Constitutional Court as the protector of citizens’ constitutional rights and protection of human rights  has  a very important role in  restoring the  position of  criminal  sanctions  as ultimum remedium. This, by example, was set forth in the Constitutional Court decision 4/PUU-V/2007 on June 19, 2007 regarding the review of Law No.29/2004 on the Medical Practices.

References

Adam Chazawi, 2010, Stelsel Pidana, Tindak Pidana, Teori-teori Pemidanaan&Batas Berlakunya Hukum Pidana, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Agustinus Pohan, dkk, 2012, Hukum Pidana Dalam Perspektif, Bali: Pustaka Larasan. Andi Hamzah, 2009, Hukum Acara Pidana Edisi Kedua, Jakarta:Sinar Grafika.
Barda Nawawi Arief, 2010, Kebijakan Legislatif Dalam Penanggulangan Kejahatan dengan Pidana Penjara,Yogyakarta: Genta Publishing.
Barda Nawawi Arief, 2009, Tujuan dan Pedoman Pemidanaan: Perspektif Pembaharuan Hukum Pidana dan Perbandingan Beberapa Negara, Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Barda Nawawi Arief, 2008, Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana: Perkembangan Penyusunan Konsep KUHP Baru, Jakarta: Prenada Media Group.
Brian Thompson, 1997, Textbook on Constitutional and Administrative Law, Third Edition, London: Blackstone Press ltd.
Bryan A. Garner, 2009, Black’s Law Dictionary:Ninth Edition,USA: A-Thomson Reuters.
Carl Schmitt, 2008, Constitutional Theory, Translation and edited by Jeffrey Seitzer, United States: Duke University Press.
Chairul Huda, 2008, Dari ‘Tiada Pidana Tanpa Kesalahan’ Menuju Kepada’Tiada Pertanggungjawaban Pidana Tanpa Kesalahan’:Tinjauan Kritis Terhadap Teori Pemisahan Tindak Pidana dan Pertanggungjawaban Pidana, Jakarta: Kencana Prenada.
Dahlan Thaib,dkk, 2008, Teori dan Hukum Konstitusi, Jakarta: Rajawali Press.
E.Y. Kanter dan S.R. Sianturi, 2002, Asas-asas Hukum Pidana di Indonesia dan Penerapannya, Jakarta: Storia Grafika.
Hartono Hadisoeprapto, 2000, Pengantar Tata Hukum Indonesia, Yogyakarta: Liberty
Jimly Asshiddiqie, 2009, Menuju Negara Hukum yang Demokratis, Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer.
Jimly Asshiddiqie, “Pembangunan Hukum dan Penegakan Hukum di Indonesia”,
Lustrum XI Fakultas Hukum UGM, Yogyakarta, 16 Februari 2006, h. 1.
J.J.H.Bruggink,1999, Refleksi Tentang Hukum, terj. Arief Sidharta, Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
Joel Samaha, 2008, Criminal Law Ninth Edition, USA: Thomson Wadsworth.
John Locke, 1952, The Second Treatise of Government, Indianapolis: The Liberal Arts Press Inc.
KC. Wheare, 2003, Konstitusi-Konstitusi Modern, terj. Muh. Hardani, Surabaya: Pustaka Eureka.
Lilik Mulyadi, 2008, Hukum Acara Pidana: Suatu Tinjauan Khusus Terhadap Surat Dakwaan, Eksepsi dan Putusan Peradilan, Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
Mahmuzar, 2010, Sistem Pemerintahan di Indonesia Menurut UUD 1945 Sebelum dan Sesudah Amandemen, Bandung: Nusa Media.
Maria Farida Indrati, 2007, Ilmu Perundang-undangan 2: Proses dan Teknik Pembentukannya, Yogyakarta: Kanisius.
Miriam Budiarjo, 1993, Dasar-Dasar Ilmu Politik, Jakarta: PT. Gramedia. Moeljatno, 2008, Asas-asas Hukum Pidana, Jakarta:Rineka Cipta.
Moh. Kusnardi dan Bintan R. Saragih, 2008, Ilmu Negara, Jakarta: Gaya Media Pratama.
Muhammad Tahir Azhari, 1995, Negara Hukum Indonesia, Analisis Yuridis Normatif tentang Unsur-unsurnya, Jakarta: UI Press.
M. Sholehuddin, 2007, Sistem Sanksi Dalam Hukum Pidana:Ide Dasar Double Track System&Implementasinya, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Ni’matul Huda, 2011, Dinamika Ketatanegaraan Indonesia dalam Putusan Mahkamah Konstitusi, Yogyakarta: FH UII Press.
P.A.F. Lamintang, 1997, Dasar-dasar Hukum Pidana Indonesia, Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
Pusat Bahasa, 2008, Kamus Besar Bahasa Indonesia:Edisi Keempat,Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Ridwan HR, 2006, Negara Hukum dan Hukum Administrasi Negara, Jakarta: Raja Grafindo.
Romli Atmasasmita, 2012, Teori Hukum Integratif: Rekonstruksi Terhadap Teori Hukum Pembangunan dan Teori Hukum Progresif, Yogyakarta: Genta Publishing.
Rufinus Hotmaulana Hutauruk, 2013, Penanggulangan Kejahatan Korporasi Melalui Pendekatan Restoratif Suatu Terobosan Hukum, Jakarta: Sinar Grafika.
Satochid Kartanegara,__, Kumpulan Kuliah Hukum Pidana,___: Balai Lektur Mahasiswa.
Salman Luthan, 2009, “Asas dan Kriteria Kriminalisasi”, Jurnal Hukum, Volume 16, Nomor 1, Januari,h. 1-17.
Satjipto Rahardjo, 2009, Hukum dan Perubahan Sosial: Suatu Tinjauan Teoritis Serta Pengalaman-pengalaman di Indonesia, Yogyakarta: Genta Publishing.
Soerjono Soekanto, 2010, Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta: UI Press. Sudarto, 2007, Hukum dan Hukum Pidana, Bandung: PT Alumni.
Sudikno Mertokusumo, 2007, Penemuan Hukum Sebuah Pengantar, Yogyakarta: Liberty.
Sulistyanta, 2013, “Implikasi Tindak Pidana Di Luar KUHP Dalam Hukum Acara Pidana:Studi Kasus Taraf Sinkronisasi”, Jurnal Dinamika Hukum, Vol.13, No.2, Mei 2013, FH UNSOED,h. 180.
Suhariyono AR, 2012, “Perumusan Sanksi Pidana Dalam Pembentukan Peraturan Perundang-undangan”, Jurnal Perspektif ,Volume XVII, No.1, Januari 2012, FH Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.
Teguh Prasetyo, 2011, Kriminalisasi Dalam Hukum Pidana, Bandung: Nusa Media.
Wirjono Prodjodikoro, 2008, Asas-asas Hukum Pidana di Indonesia, Bandung: PT Refika Aditama
www.mahkamahkonstitusi.go.id, diunduh 13 Maret 2014.
www.setneg.go.id, diunduh 29 Agustus 2014

Published

2016-05-20

How to Cite

Anindyajati, Titis, Irfan Nur Rachman, and Anak Agung Dian Onita. 2016. “Konstitusionalitas Norma Sanksi Pidana Sebagai Ultimum Remedium Dalam Pembentukan Perundang-Undangan”. Jurnal Konstitusi 12 (4):872-92. https://doi.org/10.31078/jk12410.

Issue

Section

Articles