Pemindahan Ibu Kota Indonesia dan Kekuasaan Presiden dalam Perspektif Konstitusi

Fikri Hadi, Rosa Ristawati

Abstract


Pada 16 Agustus 2019, Presiden Republik Indonesia menyampaikan pidato kenegaraan tentang pemindahan ibu kota Indonesia. Lokasi ibu kota baru juga telah ditetapkan oleh Presiden RI. Penetapan tersebut mendahului pengkajian hukumnya termasuk pembentukan dasar hukum penetapan ibu kota baru. Penelitian ini akan membahas mengenai konsep ibu kota di Indonesia baik dengan membandingkan diluar negeri maupun membahas dalam perspektif sejarah konstitusi di Indonesia. Penelitian ini juga membahas mengenai kewenangan Presiden dalam melakukan pemindahan dan penetapan ibu kota.Penelitian ini merupakan penelitian hukum berupa doctrinal research dengan Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan konseptual, pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan constitutional historis.Hasil penelitian menjelaskan bahwa konsep ibu kota di Indonesia berbeda dengan di negara lain, seperti di Belanda dan di Malaysia yang memisahkan antara ibu kota dan pusat pemerintahan. Selain itu, disimpulkan bahwa secara konstitusional, Presiden RI tidak mempunyai kewenangan mutlak dalam memindahkan ibu kota. Presiden mempunyai kekuasaan untuk mengajukan usul pemindahan ibu kota untuk selanjutnya harus dibahas bersama dan mendapatkan persetujuan dari parlemen.



In 16 August 2019, the President of Republic of Indonesia gave speech on an idea of the translocation of the Indonesian capital city. The new capital city has also already decided by the President. The decision is made before the legal analysis including the legal basis of the decision to have new capital city. This paper will discuss the concept of the capital city from general- legal perspective to comparative perspective. This paper also discuss on how the concept of capital city is developed in Indonesia from the historical constitutional perspective. It will also analyze the presidential authority on the idea of proposing and deciding the translocation of the capital city. The argument in this paper is written as a legal argument by having perspective on the doctrinal-legal approach. It will use conceptual approach, legal and statutes approach and constitutional history approach. 

This paper ends up with the conclusion that the concept of the Indonesian capital city is different from the concept of the capital city in other countries, such as the Netherlands and Malaysia. In both countries, the concept of capital city is separated from the concept of government city, which is as the city center for governmental affairs. Besides, it is concluded that based on the Indonesian Constitution, the President of Republic of Indonesia has no absolute authority on the issue of translocation of the capital city. The President of Republic of Indonesia may have the power to propose the translocation of the capital city but there shall be further process of joint discussion and joint approval by the President and the DPR.


Keywords


Ibu Kota, Pusat Pemerintahan, Presiden, Kekuasaan Presiden, Konstitusi

Full Text:

PDF

References


Amrin Iman, Saleh A. Djamhari, J.R. Chaniago, 2005, PDRI dalam Perang Kemerdekaan, Jakarta: Citra Pendidikan.

Bogdanor, Vernon, 1997, The Monarchy and the Constitution, Oxford, A Clarendon Press.

Campbell, Henry Black, 1968, Black’s Law Dictionary, Fourth Edition, St. Paul, Minn: West Publishing.

Campbell, Scott, 2003, The enduring importance of national capital cities in the global era, Ann Arbor: Urban and Regional Research Collaborative Working Paper Series, URRC 03-08.

CST. Kansil, 1983, Praktek Hukum Peraturan Perundangan Di Indonesia, Jakarta: Penerbit Erlangga.

Gottmann, Jean, and Robert A. Harper, 1990, Since Megalopolis: The Urban Writings of Jean Gottmann.Baltimore and London: The Johns Hopkins University Press.

Hall, Peter, 1993, The Changing Role of Capital Cities: Six Types of Capital City. In Capital Cities / Les Capitales: Perspectives Internationales / International Perspectives, Ottawa: Carleton University Press.

Heywood, Andrew, 2013, Politic, Fourth Edition, London: Palgrave Macmillan.

I Dewa Gede Atmadja, 2010, Hukum Konstitusi, Problematika Konstitusi Indonesia Sesudah Perubahan UUD 1945, Malang: Setara Press.

Jimly Asshiddiqie, 2012, Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika.

Joko Widodo, Pernyataan Pers, 26 Agustus 2019, di Jakarta, https://setkab.go.id/pemindahan-ibu-kota-26-agustus-2019-di-istana-negara-provinsi-dki-jakarta/ , diakses pada tanggal 23 November 2019.

Joko Widodo, Pidato Presiden, 16 Agustus 2019, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, https://setkab.go.id/pidato-presiden-joko-widodo-pada-penyampaian-keterangan-pemerintah-atas-rancangan-undang-undang-tentang-anggaran-pendapatan-dan-belanja-negara-apbn-tahun-anggaran-2020-beserta-nota-keuangannya-di-de/ diakses pada tanggal 23 November 2019.

Laporan Akhir Tim Pengkajian Konstitusi, 2014, Tentang Perlindungan Hukum Terhadap Masyarakat Hukum Adat, Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional Badan Pembinaan Hukum Nassional Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia RI.

Lerski, George, J., 1996, Historical Dictionary of Poland 966-1945, London: Greenwodd Press.

Mahfud MD, 2010, Konstitusi dan Hukum dalam Kontroversi Isu, Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, 2010, Naskah Komprehensif Perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Latar Belakang, Proses dan Hasil Pembahasan 1999 – 2002. Buku II Sendi-sendi / Fundamental Negara, Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi.

Maria Farida Indrati Soeprapto, 1998, Ilmu Perundang – Undangan, Dasar-Dasar dan Pembentukannya, Yogyakarta: Kanisius.

Marshall, Richard, 2003, Emerging Urbanity, Global Urban Projects in the Asia Pacific Rim, London and New York: Spoon Press (Taylor and Francis Group).

Mayer, Heike, et.al., 2018, The Political Economy of Capital Cities, London and New York: Routledge.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Dampak Ekonomi dan Skema Pembiayaan Pemindahan Ibu Kota Negara, Disampaikan dalam Dialog Nasional II Pemindahan Ibu Kota Negara, Menuju Ibu Kota Masa Depan: Smart, Green and Beautiful, Jakarta, 26 Juni 2019.

Moh. Kusnardi, 1988. Harmaily Ibrahim, Pengantar Hukum Tata Negara Indonesia, Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia & CV. Sinar Bakti.

Möllers, Christoph, 2013, The Three Branches, A Comparative Model of Separation of Powers, Oxford: Oxford University Press.

Morissan, 2005, Hukum Tata Negara RI Era Reformasi, Jakarta: Ramdina Prakarsa

Moser, Sarah, 2010, Putrajaya: Malaysia’s new federal administrative capital, The International Journal of Urban Policy and Planning, Vol. 27 Issue 4, August 2010, Elsevier.

Sejarah Nasional Indonesia VI, 2007, Zaman Jepang dan Zaman Republik Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.

The Korea Times, Malaysian envoy acclaims Sejong City, http://www.koreatimes.co.kr-/www/news/nation/2013/07/176_120656.html , diakses pada 18 November 2019.

Tim Visi Indonesia 2033, Visi Indonesia 2033, Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan, Lorong Keluar dari Berbagai Paradoks Pembangunan, Menuju Indonesia yang Tertata.

Turpin, Colin, & Adam Tomkins, 2007, Brittish Government and The Constitution, Sixth Edition, Cambridge: Cambridge University Press.




DOI: https://doi.org/10.31078/jk1734

Article Metrics

Abstract view : 30 times
PDF view : 23 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.