Masalah Eksekutabilitas Putusan Mahkamah Konstitusi oleh Mahkamah Agung

Budi Suhariyanto

Abstract


Normatively constitutional court and supreme of court has on equal position with a different authority. However, there is a relationship of authority and point of contact. Morever, potential to cause disharmony on law enforcement. For example, on implementation of the constitutional court’s decision directly followed by the decision of the supreme court but some others not. The constitutional court’s decision characteristic are final and binding general (erga omnes), at the same level with legislation (negatif legislator), undirectly binding and enforced by the supreme court. Fundamentally, judge at the supreme court and the courts below is not a mouthpiece of the law, therefore it has some authority to interpre the statute (was also againts the decision of the constitutional court) to be applied on cases they handle. Although the judges decision of the supreme court do not decide on the validity and constitutionality of the norm, but through the efforts of the discovery  or the interpretation of the law can gives an effect to the law enforcement and the establishment of a progressive and responsive legal reform.


Keywords


Eksekutability; The Constitutional Court’s Decision; The Supreme Court

References


Ahmad Syahrizal, Problem Implementasi Putusan MK, Jurnal Konstitusi Volume 4, Nomor 1, Maret 2007

Budi Suhariyanto, Penafsiran Hakim tentang Konstitusionalitas dan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Pidana Mati, Jurnal Yudisial Vol. 7 No. 2 Agustus 2014

Ikhsan Rosyada Parluhutan Daulay, 2006, Mahkamah Konstitusi: Memahami Keberadaannya dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia, Jakarta, Rineka Cipta.

Fadel, 2012, Tinjauan Yuridis Prinsip Ultra Petita oleh Mahkamah Konstitusi sebagai Upaya Mewujudkan Keadilan Substantif di Indonesia, Makassar, Universitas Hassanuddin

Fatkhurohman, dkk, 2004, Memahami Keberadaan Mahkamah Konstitusi di Indonesia, Bandung, Citra Aditya Bakti.

Machfud Aziz, 2010, Pengujian Peraturan Perundang-undangan dalam Sistem Peraturan Perundang-undangan Indonesia, Jakarta, Sekertariat Jenderal & Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi

Malik, Telaah Makna Hukum Putusan Mahkamah Konstitusi yang Final dan Mengikat, dalam Jurnal Konstitusi, Volume 6, Nomor 1, April 2009

Mariyadi Faqih, 2010, Nilai-Nilai Filosofi Putusan Mahkamah Konstitusi yang Final dan Mengikat, Jakarta, Sekertariat Jenderal & Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi

Moh. Mahfud MD, 2014, Titik Singgung wewenang antara MA dan MK, Makalah Seminar tentang Titik Singgung Wewenang Antara Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi yang diselenggarakan Badan Litabng Diklat Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI, Kamis 13 November 20014 di Merlyn Park Hotel, Jakarta

Muh. Risnain, Tafsir Putusan Mahkamah Konstitusi Tentang Sengketa Kepemilikan Pulau Berhala, Jurnal Konstitusi Vol. 11 No. 3, Sepetember 2014

M. Hatta Ali, Sambutan Ketua Mahkamah Agung dalam Seminar tentang Titik Singgung Wewenang Antara Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi yang diselenggarakan Badan Litabng Diklat Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI, Kamis 13 November 20014 di Merlyn Park Hotel, Jakarta

Safrina Fauziyah R, 2013, Pengawasan atas Implementasi Putusan MK Demi Tercapainya Kepastian Hukum di Indonesia, dalam Dri Utari Cristina dan Ismail hasani (ed), Masa depan Mahkamah konstitusi RI: Naskah Konfrensi Mahkamah Konstitusi dan pemajuan Hak Konstitusional Warga, Jakarta, Pustaka Masyarakat Setara.

Saldi Isra, 2014, Titik Singgung Wewenang Mahkamah Agung dengan Mahkamah Konstitusi, Makalah disampaikan dalam Seminar “Titik Singgung Wewenang antara Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi”, diadakah oleh Badan Litbang Diklat Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung, Jakarta, 13 November 2014

Todung Mulya Lubis, dan Alexander Lay, 2009, Kontroversi Hukuman Mati: Perbedaan Pendapat Hakim Konstitusi, Jakarta, Kompas.




DOI: https://doi.org/10.31078/jk1318

Article Metrics

Abstract view : 911 times
PDF (Bahasa Indonesia) view : 691 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.