The Crisis of Constitutional Representation: The Urgency of Reviving and Repositioning Functional Group Delegates within the MPR
Krisis Representasi Konstitusional: Urgensi Menghidupkan Kembali dan Mereposisi Utusan Golongan dalam MPR
DOI:
https://doi.org/10.31078/jk2327Keywords:
Functional Group Delegates, People’s Consultative Assembly, Constitutional AmendmentAbstract
The removal of the Functional Group Delegates (Utusan Golongan) from the institutional structure of the People’s Consultative Assembly (Majelis Permusyawaratan Rakyat, hereinafter “MPR”) following Indonesia’s constitutional amendments of 1999–2002 warrants reconsideration regarding its consistency with the founding ideals of independence. While many studies have examined changes to the MPR’s constitutional status and authority, limited attention has been given to the abolition of Utusan Golongan as a matter of constitutional and functional representation. This study aims to analyze the constitutional significance of UG and the urgency of reintroducing and repositioning it within the MPR. Using normative juridical research methods, the study concludes that Utusan Golongan in the original 1945 Constitution reflected the ideals of inclusivity, pluralism, and comprehensive representation of the Indonesian people, which were diminished after its removal. Therefore, reintroducing and repositioning Utusan Golongan are necessary to strengthen constitutional democracy and functional representation in the manifestation of popular sovereignty.
References
Ahmad dan Novendri M. Nggilu. “Denyut Nadi Amandemen Kelima UUD 1945 Melalui Pelibatan Mahkamah Konstitusi sebagai Prinsip the Guardian of the Constitution.” Jurnal Konstitusi 16, no. 4 (2020): 785–808. https://doi.org/10.31078/jk1646. DOI: https://doi.org/10.31078/jk1646
Andrews, William G. Constitutions and Constitutionalism. New Jersey: D. Van Nostrand Company, Ltd., 1968.
Asshiddiqie, Jimly. Format Kelembagaan Negara dan Pergeseran Kekuasaan dalam UUD 1945. Jakarta: UII Press, 2004.
Asshiddiqie, Jimly. Pokok-Pokok Hukum Tata Negara Indonesia Pasca Reformasi. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer, 2007.
Asshiddiqie, Jimly. “Membangun Budaya Sadar Berkonstitusi untuk Mewujudkan Negara Hukum Demokratis.” Bahan orasi ilmiah pada Peringatan Dies Natalis ke-XXI dan Wisuda 2007 Universitas Darul Ulum (Unisda) Lamongan, 29 Desember 2007.
Asshiddiqie, Jimly. Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2017.
Asshiddiqie, Jimly. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Cet. ke-7. Jakarta: Rajawali Pers, 2019.
Budiardjo, Miriam. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia, 2017.
Dirgantara, Herman. Pembatasan Periodisasi Kekuasaan Dewan Perwakilan Rakyat dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Deepublish, 2022.
Ghafur, Jamaludin. “Penguatan Lembaga DPD melalui Amandemen Ulang Lembaga MPR.” Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM 14, no. 3 (2009): 396–412. https://journal.uii.ac.id/IUSTUM/article/view/1079. DOI: https://doi.org/10.20885/iustum.vol14.iss3.art2
Halikiopoulou, Daphne, dan Sofia Vasilopoulou. “Breaching the Social Contract: Crises of Democratic Representation and Patterns of Extreme Right Party Support.” Government and Opposition 53, no. 1 (2018): 26–50. https://doi.org/10.1017/gov.2015.43. DOI: https://doi.org/10.1017/gov.2015.43
HS, Salim, dan Erlies Septiana Nurbani. Penerapan Teori Hukum pada Penelitian Tesis dan Disertasi. Ed. 1, cet. ke-3. Jakarta: Rajawali Pers, 2014.
HS, Salim, dan Erlies Septiana Nurbani. Penerapan Teori Hukum pada Penelitian Disertasi dan Tesis (Buku Kedua). Ed. 1, cet. ke-1. Jakarta: Rajawali Pers, 2014.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. “Reposisi.” Diakses 6 Mei 2026. https://kbbi.web.id/reposisi.
Kusuma, A. B. Lahirnya Undang-Undang Dasar 1945: Memuat Salinan Dokumen Otentik Badan Oentoek Menyelidiki Oesaha Persiapan Kemerdekaan. Jakarta: FH Universitas Indonesia, 2004.
Latif, Yudi. Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila. Jakarta: Gramedia, 2024.
Lijphart, Arend. Democracy in Plural Societies: A Comparative Exploration. New Haven: Yale University Press, 1977.
Lijphart, Arend. “Constitutional Design for Divided Societies.” Journal of Democracy 15, no. 2 (2004): 99–109. https://dx.doi.org/10.1353/jod.2004.0029. DOI: https://doi.org/10.1353/jod.2004.0029
Luna, Juan Pablo. “Disjointed Polarization in Chile’s Enduring Crisis of Representation.” Latin American Politics and Society 66, no. 2 (2024): 72–101. https://doi.org/10.1017/lap.2024.19. DOI: https://doi.org/10.1017/lap.2024.19
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Putusan Nomor 30/PUU-XVI/2018.
Manan, Bagir. DPR, DPD, dan MPR dalam UUD 1945 Baru. Cet. ke-3. Yogyakarta: FH UII Press, 2005.
Mansbridge, Jane, et al. “A Systemic Approach to Deliberative Democracy.” Dalam Deliberative Systems: Deliberative Democracy at the Large Scale, diedit oleh John Parkinson dan Jane Mansbridge, 1–26. Cambridge: Cambridge University Press, 2012. DOI: https://doi.org/10.1017/CBO9781139178914.002
Marshall, G. Constitutional Theory. Oxford: Clarendon Press, 1971.
Martosuwignjo, Sri Soemantri. Konstitusi Indonesia: Prosedur dan Sistem Perubahannya Sebelum dan Sesudah UUD 1945 Perubahan. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2016.
Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana, 2005.
Mubiina, Fathan Ali. “Kedudukan Fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Pasca Reformasi.” Jurnal Konstitusi 17, no. 2 (Juni 2020): 437–60. https://doi.org/10.31078/jk17210. DOI: https://doi.org/10.31078/jk17210
Palguna, I. D. G. “Demokrasi, Pemilu, dan Mahkamah Konstitusi.” Makalah keynote speech pada seminar nasional “Membangun Demokrasi Melalui Pemilu Berkualitas,” Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, 5 Oktober 2019.
Permana, Bayu Indra, Dian Septiandani, Kadi Sukarna, dan Sukimin Sukimin. “Reposisi Pengaturan Netralitas Aparatur Sipil Negara dalam Penyelenggaraan Pilkada.” Jurnal USM Law Review 5, no. 1 (2022): 224–38. https://doi.org/10.26623/julr.v5i1.4800. DOI: https://doi.org/10.26623/julr.v5i1.4800
Peterson, Farah. “Expounding the Constitution.” Yale Law Journal 130, no. 1 (2020): 1–84. https://www.yalelawjournal.org/article/expounding-the-constitution.
Polamolo, Susanto, ed. Pancasila Dasar Negara: Kursus-Kursus Presiden Soekarno tentang Pancasila, 1958–1959. Banyumas: Sabua Buku, 2020.
Pulungan, Rizky A. R., dan Lita T. A. L. W. “Mekanisme Pelaksanaan Prinsip Checks and Balances antara Lembaga Legislatif dan Eksekutif dalam Pembentukan Undang-Undang dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia.” Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia 4, no. 2 (2022): 280–93. https://doi.org/10.14710/jphi.v4i2.280-293. DOI: https://doi.org/10.14710/jphi.v4i2.280-293
Purnama, Eddy. Negara Kedaulatan Rakyat: Analisis terhadap Sistem Pemerintahan Indonesia dan Perbandingannya dengan Negara-Negara Lain. Bandung: Nusamedia, 2019.
Putra, Marsudi Dedi, dan Regitha Putri Erlanha. “Hapusnya Utusan Golongan dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Dampak Hukumnya terhadap Representasi Perwakilan.” Jurnal Magister Hukum Perspektif 16, no. 2 (2025): 187–99. https://doi.org/10.37303/magister.v16i2.130. DOI: https://doi.org/10.37303/magister.v16i2.130
Putri, Rizki Amalia. “Demokrasi dalam Krisis Partisipasi: Perlukah Membangun Pendidikan Kebijakan Publik dan Hukum untuk Generasi Muda?” Jurnal Ilmu Administrasi Negara 13, no. 1 (Maret 2025): 1–15. https://doi.org/10.47828/jianaasian.v12i2.292.
Rahardjo, M. Dawam. Sejarah Pemikiran Politik Indonesia. Yogyakarta: LP3ES, 2010.
Redi, Ahmad, et al. Utusan Golongan dalam Penataan Kelembagaan MPR. Jakarta: Badan Pengkajian MPR RI, 2020.
Republik Indonesia. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2019 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Rohmah, Elva Imeldatur. “Legitimitasi Konstitusional dan Perilaku Kelembagaan Parpol dalam Calon Tunggal Pilkada 2024.” Jurnal Konstitusi 22, no. 3 (September 2025): 459–82. https://doi.org/10.31078/jk2233. DOI: https://doi.org/10.31078/jk2233
Sapii, Rahmat Bijak Setiawan, Yoan Dwi Pratama, Tasya Darosyifa, dan Ali Imran Nasution. “Eksistensi Dewan Perwakilan Daerah dalam Mendudukkan Jabatan Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat.” Jurnal Cendekia Hukum 8, no. 1 (September 2022): 1–17. http://doi.org/10.33760/jch.v8i1.535. DOI: https://doi.org/10.33760/jch.v8i1.535
Saputra, Rizki Agus. “Konsep Perwakilan Fungsional Utusan Golongan dalam Sistem Perwakilan di Indonesia.” UNES Law Review 7, no. 1 (2024): 494–506. https://doi.org/10.31933/unesrev.v7i1.2332.
Sekretariat Negara Republik Indonesia. Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), 28 Mei 1945–22 Agustus 1945. Diedit oleh Saafroedin Bahar dan Nannie Hudawati. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia, 1998.
Sulaiman, King Faisal. Teori dan Hukum Konstitusi. Bandung: Nusamedia, 2019.
Syakrani dan Syahriani. Implementasi Otonomi Daerah dalam Perspektif Good Governance. Cet. ke-1. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.
Toding, Adventus. “DPD dalam Struktur Parlemen Indonesia: Wacana Pemusnahan Versus Penguatan.” Jurnal Konstitusi 14, no. 2 (Juni 2017): 295–314. https://doi.org/10.31078/jk1423. DOI: https://doi.org/10.31078/jk1423
Urbinati, Nadia, dan Mark E. Warren. “The Concept of Representation in Contemporary Democratic Theory.” Annual Review of Political Science 11 (2008): 387–412. https://doi.org/10.1146/annurev.polisci.11.053006.190533. DOI: https://doi.org/10.1146/annurev.polisci.11.053006.190533
Wasti, Ryan Muthiara. “Fungsi Representasi Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Sebagai Lembaga Perwakilan Daerah.” Jurnal Hukum & Pembangunan 47, no. 4 (2017): 438–58. https://doi.org/10.21143/jhp.vol47.no4.1587. DOI: https://doi.org/10.21143/.vol47.no4.1587
Wiradipradja, E. Saefullah. Penuntun Praktis Metode Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah Hukum. Bandung: Keni Media, 2015.
Yuhana, Abdy. “Urgensi Utusan Golongan bagi Indonesia.” Pikiran Rakyat, 29 September 2022.
Yuhana, Abdy. Rute Indonesia Raya. Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2023.
Yuhana, Abdy. “Peranan Haluan Negara dalam Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia.” Jurnal Litigasi 25, no. 2 (2024): 331–58. https://doi.org/10.23969/litigasi.v25i2.12636. DOI: https://doi.org/10.23969/litigasi.v25i2.12636
Yuhana, Abdy. Sistem Ketatanegaraan Indonesia Pasca-Perubahan UUD 1945. Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2025.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Konstitusi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Copyright of the published articles will be transferred to the journal as the publisher of the manuscripts. Therefore, the author confirms that the copyright has been managed by the publisher.
- The publisher of Jurnal Konstitusi is The Registrar and Secretariat General of the Constitutional Court of the Republic of Indonesia.
- The copyright follows Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License: This license allows reusers to distribute, remix, adapt, and build upon the material in any medium or format for noncommercial purposes only, and only so long as attribution is given to the creator. If you remix, adapt, or build upon the material, you must license the modified material under identical terms.