Konstitusi dan Konstitusionalisme

M. Laica Marzuki

Abstract


PENDAHULUAN

The Constitution of The United States of America yang ditandatangani

39 delegasi di kala tanggal 17 September 1787 di Philadelphia, Pennsylvania, tempat terselenggaranya Constitutional Convention, mendorong lahirnya constitutional states (negara – negara konstitusi) di beberapa kawasan dunia, termasuk negara – negara monarki, yang dikenal dengan penamaan: constitutional  monarch.

Dalam perkembangannya beberapa constitutional state menyadari bahwa konstitusi negara – negara dimaksud kurang memuat pengaturan hal pembatasan penguasa dan pengakuan hak – hak sipil rakyat banyak di dalamnya.

Muncul gagasan agar dalam konstitusi diatur semacam constitutional government, yang pada hakikatnya mewujudkan hal pembatasan pemerintahan atau limited government, yang bertujuan to keep government in order. Hal dimaksud menggagas diadopsinya paham konstitusionalisme atau constitutionalism dalam perubahan konstitusi (constitution amandement) beberapa negara di abad XX dan XXI.


Full Text:

PDF

References


Bodin, Jean. Les Six Livres de La Republique I, Bab VIII, Paris, 1576. Harun Alrasid, Kuliah Hukum Tata Negara Prof. Mr. Djokosoetono, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta, 1982.

Laica Marzuki, HM, Paradigma Kedaulatan Rakyat Dalam Perubahan Undang – Undang Dasar 1945. Jurnal Legislasi Indonesia. Vol. 7. No. 1. Maret 2010. Jakarta.

Mingchen, Joshua Bau, Modern Democracy In China, Commercial Press Ltd, Shanghai 1923

Miriam Budiarjo, Dasar-Dasar Ilmu Politik, Penerbit PT. Gramedia Pustala Utama, Jakarta, 2008.




DOI: https://doi.org/10.31078/jk%25x

Article Metrics

Abstract view : 4101 times
PDF view : 1125 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




           
© Copyright of Jurnal Konstitusi (p-ISSN: 1829-7706 e-ISSN: 2548-1657). Published by The Constitutional Court of The Republic of Indonesia