Vonis Mahkamah Konstitusi Mengeksaminasi Keterwakilan Perempuan

Mohamad Faisol

Abstract


The verdict imposed by the Constitutional Court in the form of revocation of some parts of General Election Rules which arrange the determination of the representative who has the rights to occupy the council seats is not a verdict which discriminates and hinders women rights to fight for occupying the council seats, but it gives them more available and egalitarian chances to female politicians. The Constitutional Court verdict also examines the political party to elect and decide the council representatives truly based on the aspect of rasionality, professionality, and any other special aspects supporting them.


Keywords


the constitutional court; verdict; female representatives; democracy

Full Text:

PDF

References


Buku

Wahab, Alfina. Mahkamah Konstutusi dan Politik Perempuan.

Malang: Yayasan Permata Hati, 2010.

Budiarjo, Himawan. Pasang Surut Kedaulatan Rakyat dalam Spektrum Perpolitikan Elit. Surabaya: BP3ESS, 2009.

Munir, Misbahul. Pemilu, Demokrasi, dan Ijtihad Politik Perempuan.

Surabaya: Visipres, 2006.

Mustajab. Ranjau-ranjau Perpolitikan Perempuan. Jember: Al- Hikmah, 2010.

Makalah, Jurnal, Koran

Ahmad Mudzakir, Parpol Diuntungkan Caleg ataukah Caleg yang Menguntungkan Parpol, makalah disampaikan dalam diskusi “Peran Parpol dalam Membangun Demokrasi dan Mengalahkan Dinastiisme”, Malang, 25 Januari 2011.

Mohamad Faisol, Putusan Mahkamah Konstitusi: Jalan Terjal Membangun Demokrasi, makalah disampaikan dalam diskusi “Duri- duri Demokrasi”, (LKPPD, Malang, 2010).

Pippa Norris dalam Masnur Marzuki, Affirmative Action dan Paradoks Demokrasi, Jurnal Konstitusi PSHK-FH UII, Volume II Nomor 1, Juni 2009.

Denny Indrayana, ”Menegakkan Daulat Rakyat”, (Kompas, Selasa, 6 Januari 2009).

Fatkhuri, Putusan MK dan Keterwakilan Perempuan, (Suara Merdeka, 16 Pebruari 2009).

Syamsuddin Haris, ”Suara Terbanyak dan Kualitas Parlemen”, (Kompas, Senin, 5 Januari 2009).

Veronika S. Ata, Keterwakilan Perempuan Paska Putusan MK, (Kompas, 11-Februari 2004, diakses tanggal 19 Maret 2011).

Hasil Penelitian

Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia bekerjasama dengan Pusat Studi Hukum Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia. Implikasi Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 22-24/PUU-VI/2008 tentang Permohonan Pengujian Undang-undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum DPR, DPD, dan DPRD terhadap Kebijakan Affirmativie Action Keterwakilan di DPRD Propinsi dan Kabupaten se-daerah Istimewa Yogyakarta.

Putusan Pengadilan

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 22-24/PUU-VI/2008 tentang Pengujian Undang-Undang (PUU) UU No. 10 Tahun 2008 tentang Pemilu.

Laman

http://pmbpedan.blogspot.cm/2008/12/pandangan-parpol-mengenai-putusan-mk.html

http://fatahilla.blogspot.com/2011/02/kekuatan-mengikat-putusan-ultra-petita.html, diakses tanggal 17 Maret 2011.

http://www.answers.com/topic/affirmative-action, diakses tanggal 17 Maret 2011.

http://en.wikipedia.org/wiki/Affirmative_action, diakses tanggal 17 Maret 2011.

http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/File%20Publikasi/PENELITIAN%20UII.pdf, diakses tanggal 15 Maret 2011.

http://bungfatur.multiply.com/journal/item/12/Implikasi_keputusan_MK_tentang_sistem_suara_terbanyak, diakses tanggal 18 Maret 2011.

Miftahul Huda “Ultra Petita Dalam Pengujian Undang- Undang”. 30 Juni 2009. http://miftakhulhuda.wordpress.com/2009/06/30/%E2%80%9Cultra-petita%E2%80%9D-dalam-pengujian-undang-undang/, diakses tanggal 23 Maret 2011.




DOI: https://doi.org/10.31078/jk%25x

Article Metrics

Abstract view : 149 times
PDF view : 43 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




           
© Copyright of Jurnal Konstitusi (p-ISSN: 1829-7706 e-ISSN: 2548-1657). Published by The Constitutional Court of The Republic of Indonesia