Inkonsistensi Paradigma Otonomi Daerah di Indonesia: Dilema Sentralisasi atau Desentralisasi

Wasisto Raharjo Jati

Abstract


This study aimed to analyze trajectory of regional autonomy in Indonesia. There are two important things in discussing about regional autonomy in Indonesia. Firstly, dilemma between decentralization or centralization as basic paradigm in the policy of regional autonomy. Secondly, regional autonomy just creates oligarchy regime, primordialism, and politic of clientelism. Implementation  of  regional  autonomy has been became new problems for Indonesia which adopted unitary state system. Regional autonomy in post New-Order era intended to enhancing participation of society in development project and local democracy was hijacked by many interest from elite. In other words, regional autonomy more aligned to elite rather than the people.


Keywords


regional autonomy; centralization; decentralization

Full Text:

PDF

References


Abdul Gafar Karim, 2003, Kompleksitas Persoalan Otonomi Daerah Di Indonesia, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Affan Gaffar, 2007, Otonomi Daerah Dalam Negara Kesatuan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Agussalim Gadjong, 2007, Pemerintahan Daerah Kajian Politik Dan Hukum. Bogor: Ghalia Indonesia.

BN Marbun, 2007, Kamus Politik, Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.

Cornelis Lay, 2007, Perjuangan Menuju Puncak, Yogyakarta: S2 Politik Lokal dan Otonomi Daerah UGM.

Djoko Harmantyo, 2011, “Desentralisasi, Otonomi, Pemekaran Daerah, dan Perkembangan Wilayah di Indonesia”, Paper Presented at Seminar Nasional PIT IGI, Denpasar-Bali, 21-23 Oktober.

I Wayan Arthanaya, 2011, “Otonomi dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah”, Kertha Wicaksana, Volume 17, Nomor 2, Juli, h.178-186.

Jimly Asshiddiqie, 2001 Pengantar Pemikiran UUD Negara Kesatuan Rl, Jakarta: The Habibie Center

Josef Riwu Kaho, 1987, Prospek Otonomi Daerah di Indonesia, Jakarta : Rajawali Press.

Mudrajad Kuncoro, 2004, Otonomi dan Pembangunan Daerah; Reformasi, Perencanaan, Strategi, dan Peluang. Jakarta: Erlangga.

Nordholt, Henk Schulte., 2009, Politik Lokal di Indonesia, Jakarta : Yayasan Obor.

Peni Chalid, 2005, Otonomi Daerah : Masalah, Pemberdayaan, dan Konflik, Jakarta: Kemitraan.

Pratikno, 2008, “Mencoba Desentralisasi Sebagai Penguat Kebangsaan” Paper Presented at Seminar Nasional Otonomi Daerah Dalam Kerangka NKRI: Merajut Kembali Semangat Kebangsaan, Bulaksumur-Yogyakarta, 23 Juni.

Purwo Santoso, 2007, “Amandemen Konstitusi untuk Mengelola Kebhinnekaan Indonesia”, Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Volume 10, Nomor 3, November, h. 391-414.

Sadu Wasistiono, 2010, “Menuju Desentralisasi Berkeseimbangan”, Jurnal Ilmu Politik, Volume 21, Nomor 3, h.1-25.

Syamsuddin Haris, 2005, Desentralisasi dan Otonomi Daerah (Desentralisasi, Demokratisasi dan Akuntabilitas Pemerintahan Daerah.. Jakarta: LIPI.

Syarif Hidayat, 2008, ”Desentralisasi Dan Otonomi Daerah Dalam Perspektif State- Society Relation”, Jurnal Poelitik, Volume 1, Nomor 1, Maret, h.1-8.

Syarif Hidayat, 2010, “Desentralisasi, Otonomi Daerah, dan Transisi Menuju Demokrasi : Masukan untuk UU No. 32 Tahun 2004, Paper Presented at Seminar Revisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, Jatinangor-Jawa Barat, 21 Juni.

Warsito Utomo, 1998, Sistem Federal dalam Negara Kesatuan : Kasus Pengaturan Desentralisasi Otonomi”, Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Volume 1, Nomor 3, November, h.1-10.

Wihana Kirana Jaya, 2010, “Kebijakan Desentralisasi di Indonesia dalam Perspektif Teori Ekonomi Kelembagaan, Naskah Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam IImu Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada, 23 Desember.

Yuna Farhan, 2012 “Transfer Anggaran (Birokrasi) Daerah”, http://cetak.kompas.com/read/2012/08/28/05051691/transfer.anggaran.birokrasi.daerah, diunduh 20 Oktober.




DOI: https://doi.org/10.31078/jk%25x

Article Metrics

Abstract view : 3318 times
PDF view : 1767 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.