Perluasan Makna Partisipasi Masyarakat dalam Pembentukan Undang-Undang Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi

Authors

  • Helmi Chandra SY Bung Hatta University
  • Shelvin Putri Irawan Kantor Pertanahan, Kabupaten Pesisir Selatan

DOI:

https://doi.org/10.31078/jk1942

Keywords:

Partisipasi Masyarakat, Pembentukan UU, Putusan Mahkamah Konstitusi.

Abstract

Public participation is intended the idea of forming laws and regulations does not always have to come from the power holders only, but can emerge from the society. This paper aims to determine the impact of the Constitutional Court’s decision Number 91/PUU-XVIII/2020 on the formation of laws in Indonesia, especially in accommodating public participation which is limited to two main issues. First, how is the form of expanding the meaning of public participation in the Constitutional Court’s decision Number 91/PUU-XVIII/2020. Second, what is the impact of expanding the meaning of public participation in the formation of laws. This doctrinal legal research uses secondary data. The results of the study show that the form of expanding the meaning of public participation in the Constitutional Court’s decision Number 91/PUU-XVIII/2020 is carried out in a meaningful way, by providing guarantees of participation for affected communities and the impact of expanding the meaning of public participation in the formation of laws, namely changing the paradigm of law formation, improvement of regulations and strengthening of public participation as a basis for formal testing.

Author Biography

Helmi Chandra SY, Bung Hatta University

Faculty of Law

References

Jurnal
Aliamsyah, M. “Pemanfaatan Sistem Informasi Bagi Perancang Peraturan Perundang- Udangan.” Jurnal Legislasi Indonesia Vol 6, No 4 (Desember 2009): 709–28. https:// doi.org/10.54629/jli.v6i4.342.
Astomo, P. “Pembentukan Undang-Undang Dalam Rangka Pembaharuan Hukum Nasional Di Era Demokrasi.” Jurnal Konstitusi 11, no. 3 (2014): 577–99. https:// doi.org/10.31078/jk.
Damanik, Marudur Pandapotan. “Kerangka Kerja Pengembangan Konsultasi Publik Elektronik Di Lembaga Pemerintahan.” Jurnal Teknologi Informasi Dan Komunikasi 5, no. 2 (2016): 81–92. Vol. 5 No. 2, Desember 2016.
Fahmi, K. “Prinsip Kedaulatan Rakyat Dalam Penentuan Sistem Pemilihan Umum Anggota Legislatif.” Jurnal Konstitusi 7, no. 3 (2010): 119–60. https://doi. org/10.31078/jk735.
Haliim, Wimmy. “Demokrasi Deliberatif Indonesia : Konsep Partisipasi Masyarakat Dalam Membentuk Demokrasi Dan Hukum Yang Responsif.” Jurnal Masyarakat Indonesia 42, no. 1 (2016): 19–30.
Haryono, Dodi. “Metode Tafsir Putusan Mahkamah Konstitusi Dalam Pengujian Konstitusional Undang-Undang Cipta Kerja.” Jurnal Konstitusi 18, no. 4 (2021): 775–802. https://doi.org/https://doi.org/10.31078/jk1843.
Hidayati, Siti. “Partisipasi Masyarakat Dalam Pembentukan Undang-Undang (Studi Perbandingan Indonesia Dengan Afrika Selatan).” Jurnal Bina Mulia Hukum 3, no. 2 (2019): 224–41. https://doi.org/10.23920/jbmh.v3n2.18.
Jati, Rahendro. “Partisipasi Masyarakat Dalam Proses Pembentukan Undang-Undang Yang Responsif.” Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional 1, no. 3 (2012): 329-342. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v1i3.88.
Prabowo, Bagus Surya. “Konsistensi Pembuatan Norma Hukum Dengan Doktrin Judicial Activism Dalam Putusan Judicial Review.” Jurnal Konstitusi 19, no. 2 (2022): 360–80. https://doi.org/https://doi.org/10.31078/jk1925.
Rahman, Faiz. “Penerapan Klausul Bersyarat Dalam Putusan Pengujian Formil Undang- Undang.” Jurnal Konstitusi 19, no. 2 (2022): 382–405. https://doi.org/https://doi. org/10.31078/jk1926.
Ridho, Mohamad Faisal. “Kedaulatan Rakyat Sebagai Perwujudan Demokrasi Indonesia.” ’Adalah 1, no. 8 (2017): 79–80. https://doi.org/10.15408/adalah.v1i8.8428.
Seta, Salahudin Tunjung. “Hak Masyarakat Dalam Pembentukan Peraturan Perundang- Undangan.” Jurnal Legislasi Indonesia 17, no. 2 (2020): 154-166. https://doi. org/10.54629/jli.v17i2.530.
Sungkar, Lailani. “Urgensi Pengujian Formil Di Indonesia: Menguji Legitimasi Dan Validitas.” Jurnal Konstitusi 18, no. 4 (2021): 749–73. https://doi.org/https://doi. org/10.31078/jk1842.
SY, Helmi Chandra. “Model Penegakan Hukum Pemilu Oleh Bawaslu Dalam Pemilu Serentak Di Provinsi Sumatera Barat.” Jurnal Cendekia Hukum 7, no. 2 (2022): 228–42. https://doi.org/10.3376/jch.v7i2.468.

Buku
Anggono, Bayu Dwi. Pokok-Pokok Pemikiran Penataan Peraturan Perundang-Undangan Di Indonesia. Pertama. Jakarta: Konstitusi Press (Konpress), 2020.
Handoyo, B. Hestu Cipto. Prinsip-Prinsip Legal Drafting & Desain Naskah Akademik. 5th ed. Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka, 2018.
Huda, Ni’matul. Kekuatan Eksekutorial Putusan Mahkamah Konstitusi. 1st ed. Yogyakarta: FH UII Press, 2018.
Oktaryal, Agil, Antoni Putra, Estu Dyah Arifianti dkk. Legislasi Masa Pandemi: Catatan Kinerja Legislasi DPR 2020. 1st ed. Jakarta Selatan: Yayasan Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (YSHK), 2020
I D.G. Palguna. Mahkamah Konstitusi, Dasar Pemikiran, Kewenangan Dan Perbandingan Dengan Negara Lain. 1st ed. Jakarta: Konstitusi Press (Konpress), 2018.
Redi, Ahmad. Hukum Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Edited by Tarmizi. 1st ed. Jakarta: Sinar Grafika, 2018.
Seidman, Ann, Robert B. Seidman dan Nalin Abeyserkere. Penyusunan Rancangan Undang-Undang Dalam Perubahan Masyarakat Yang Demokratis. Jakarta: Proyek ELIPS Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, 2001.

Peraturan Perundang-Undangan
Indonesia. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 Tentang Mahkamah Konstitusi, Lembaran Negara No. 98 Tahun 2003, Tambahan Lembaran Negara No. 4316
Indonesia. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, Lembaran Negara No. 82 Tahun 2011, Tambahan Lembaran Negara No. 5234
Indonesia. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, Lembaran Negara No. 143 Tahun 2022, Tambahan Lembaran Negara No. 6801
Indonesia. Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2014 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, Lembaran Negara No. 199 Tahun 2014
Dewan Perwakilan Rakyat. Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Tata Tertib, Berita Negara No. 667 Tahun 2020
Mahkamah Konstitusi. Peraturan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Tata Beracara Dalam Perkara Pengujian Undang-Undang
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2021 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Konsultasi Publik Dalam Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan Berita Negara No. 104 Tahun 2021

Putusan Pengadilan
Mahkamah Konstitusi. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 91/PUU-XVIII/2020 perihal Pengujian Formil Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Makalah dan Laporan
Farihah, Liza, and Sri Wahyuni. “Demokrasi Deliberatif Dalam Proses Pembentukan Undang-Undang Di Indonesia: Penerapan Dan Tantangan Ke Depan.” Makalah Ilmiah Lembaga Kajian Dan Advokasi Untuk Independensi Peradilan (Leip), 2015.
Maulana, Arif, Nelson Nikodemus Simamora, Ayu Ezra Tiara, Andi Komara, Yenny Silvia Sari Sirait, Kaherul Anwar, and Dkk. “Demokrasi Di Tengah Oligarki & Pandemi.” Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, 2020, 156. https://bantuanhukum.or.id/ wp-content/uploads/2020/12/catahu-2020.pdf.
Yuharningsih. “Laporan Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan CXCIV Tahun 2021 Tentang Pengembangan Fitur Aplikasi Partisipasiku Untuk Optimalisasi Fungsi Analisis Dan Evaluasi Peraturan Perundang-Undangan Pada Pusat Analisis Dan Evaluasi Hukum Nasional.” Jakarta, 2021.

Internet
Thorpe, Marina Apgar dan Jodie. “What Is Participation?” di akses pada 13 Januari 2022, January 13, 2022. https://www.eldis.org/keyissues/what-participation.

Downloads

Additional Files

Published

2022-12-01

How to Cite

Chandra SY, Helmi, and Shelvin Putri Irawan. 2022. “Perluasan Makna Partisipasi Masyarakat Dalam Pembentukan Undang-Undang Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi”. Jurnal Konstitusi 19 (4):766-93. https://doi.org/10.31078/jk1942.

Issue

Section

Articles