Mahkamah Konstitusi dan Kebijakan Kriminal

Authors

  • Cholidin Nasir Program Doktoral Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Diponegoro

DOI:

https://doi.org/10.31078/jk1535

Keywords:

Mahkamah Konstitusi, Kebijakan Kriminal, Judicial Activism, Judicial Restraint

Abstract


Dalam kaitannya dengan penafsiran, dapatkah Mahkamah Konstitusi menafsirkan suatu norma pidana dan dapatkah Mahkamah Konstitusi membuat hukum baru atas norma hukum pidana. Untuk menjawab masalah tersebut, digunakan penelitian hukum normatif, Penelitian hukum normatif atau kepustakaan tersebut mencakup: (1) penelitian terhadap asas-asas hukum, (2) penelitian terhadap sistematika hukum, (3) penelitian terhadap sinkronisasi vertikal dan horizontal, (4) perbandingan hukum, (5) sejarah hukum. Oleh karena itu, maka bahan yang digunakan adalah bahan sekunder yang dilakukan melalui penelitian kepustakaan (library research). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, Mahkamah Konstitusi melakukan judicial activism ketika norma tersebut melanggar hak konstitusional warga negara yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Mahkamah Konstitusi melakukan judicial restraint ketika harus menyatakan sesuatu yang semula bukan perbuatan pidana menjadi perbuatan pidana.In relation to interpretation, can the Constitutional Court interpret a criminal norm and can the Constitutional Court make a new law on criminal law norms. To answer this problem, normative legal research is used. Normative legal research includes: (1) research on legal principles, (2) research on legal systematics, (3) research on vertical and horizontal synchronization, (4) comparison law, (5) legal history. Therefore, the materials used are secondary materials which are carried out through library research. Based on the results of the study, first: the Constitutional Court conducted judicial activism when the norm violated the constitutional rights of citizens guaranteed by the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, second: the Constitutional Court conducted a judicial restraint when it had to declare something that was not a criminal act.

References

Buku
Asshiddiqie,Jimly, 2005, Model-Model Pengujian Konstitusional di Berbagai Negara, Cetakan Pertama, Jakarta: Konstitusi Press.
__________________, 2005, Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia, Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI, cetakan pertama.
Arief, Barda Nawawi, 2002, Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.
Alder, Jhon, 1989, Constituional and Administrative Law, London: Macmillan Education LTD.
Budiardjo,Miriam, 2008, Dasar-Dasar Ilmu Politik (edisi revisi), Jakarta: Gramedia.
Chandler, Ralph C. et.al., The Constitutional Law Dictionary, Volume I, 1985: Individual Rights, Clio Press Ltd:Oxford.
Clinton, Robert Lowry, 1989, Marbury v. Madison and Judicial Review, University Press of Kansas: Kansas.
Garner,Bryan A., 1999, Black’s Law Dictionary, West Group: St. Paul Minn.
Kelsen,Hans, 1961, General Theory of Law and State, Translated by Anders Wedberg, New York: Russell & Russell.
Lev,Daniel S., 1990, Gerakan Sosial, Konstitusionalisme dan Hak Asasi, dalam Daniel S. Lev, Hukum dan Politik di Indonesia: Kesinambungan dan Perubahan, Jakarta: LP3ES,
Martitah, 2013, Mahkamah Konstitusi Dari Negative Legislatureke Positive Legislature. Cetakan 1, Jakarta: Konstitusi Press.
Nasution,Adnan Buyung, 1995, Aspirasi Pemerintahan Konstitusional di Indonesia: Studi Sosio Legal atas Konstituante 1956-1959, Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
ThomasE.W.,2005, The Judicial Process: Realism, Pragmatism, Practical and Principles, Cambridge University Press: Cambridge-New York-Melbourne-Madrid-Cape Town-Singapore-Sau Pāulo.

Jurnal
Chalid, Hamid, 2017, “Dualism of Judicial Review in indonesia: Problems and Solutions”, Indonesia Law Review, Volume 7 Number 3, September - December, h. 367-394.
Talmadge, Philip A., 1999, “Understanding the Limit of Power: Judicial Restraint in General Jurisdiction Court Systems”, Seattle University Law Review, Nomor 695, h. 695-739.
Zietlow, Rebecca E., 2006, “The Judicial Restraint of the Warren Court (and Why it Matters)”, Presented Essay on meeting of the Law and Society Association, Toledo.

Undang-Undang
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Putusan Mahkamah Konstitusi:
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 013/PUU-I/2003
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 40/PUU-X/2012
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 14/PUU-VI/2008
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 132/PUU-XIII/2015
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-IV/2008

Published

2018-11-19

How to Cite

Nasir, Cholidin. 2018. “Mahkamah Konstitusi Dan Kebijakan Kriminal”. Jurnal Konstitusi 15 (3):543-64. https://doi.org/10.31078/jk1535.

Issue

Section

Articles