Tindak Lanjut Putusan Mahkamah Konstitusi yang Bersifat Konstitusional Bersyarat Serta Memuat Norma Baru

Authors

  • Mohammad Mahrus Ali Pusat Penelitian dan Pengkajian Perkara, Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Jl. Medan Merdeka Barat No. 6 Jakarta
  • Meyrinda Rahmawaty Hilipito Pusat Penelitian dan Pengkajian Perkara, Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Jl. Medan Merdeka Barat No. 6 Jakarta
  • Syukri Asy’ari Pusat Penelitian dan Pengkajian Perkara, Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Jl. Medan Merdeka Barat No. 6 Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.31078/jk12310

Keywords:

Constitutional Court, Conditionally Constitutional, Implementation

Abstract


The research is concerning the implementation of verdict stating conditionally constitutional, conditionally unconstitutional and and the verdicts that contain new norm decided by Constitutional Court in the case of judicial review of laws againts the 1945 Constitutions of The Republic of Indonesia. This is a juridical-normative research using secondary data in the form of primary law materials, namely the court decisions which are issued throughout the year 2003 up to the year 2012 that have been collected in previous research. This research aims to know the choice of form of law taken by the addressee of the Constitutional Court verdict in following up the three variant of verdicts mentioned above. The research found that the choice of the form of law in implementing the three variants of Constitutional Court verdict is very diverse. Referring to the form and substance of the implementing rules and regulations of the three variants of verdict, there are still some incoherence with  the Constitutional Court verdict which is characterized by the presence of rejudicial review of norms that had been interpreted by the court. To address this problem,  the Constitutional Court must be provided with legal instruments, among other, judicial order that enable the Constitutional Court to order by force the addressee  to implement the Constitutional Court verdict. In addition, in order that to ensure the harmonization of legislation either vertically or horizontally as a result of the Constitutional Court verdict, then it is worth putting into consideration to expand the authority of the Constitutional Court to review all rules and legislation.

References

Buku
Abdul Rasyid Thalib, 2006, Wewenang Mahkamah Konstitusi dan Implikasinya dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia, Bandung:Citra Aditya Bakti.
Allan R. Brewer-Carias, 2013, Constitutional Court as Positve Legislators: A Comparative Law Study, Cambride University Press.
Amiroeddin Syarif, 1987, Perundang-undangan, Dasar, Jenis dan Teknik Membuatnya, Jakarta: Bina Aksara.
Anna Erliyana, 2004, Keputusan Presiden: Analisis Keppres R.I 1987 – 1998, (Jakarta: Program Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
B. Arief Sidharta, dkk., 1996, Butir-Butir Gagasan tentang Penyelenggaraan Hukum dan Pemerintahan Yang Layak, Bandung: Citra Aditya Bakti.
Bagir Manan, 2004, Teori dan Politik Konstitusi, Yogyakarta:FH UII Press.
Bahder Johan Nasution, 2011, Negara Hukum dan Hak Asasi Manusia, Bandung: Mandar Maju.
Budiman N.P.D Sinaga, 2004, Ilmu Pengetahuan Perundang-undangan, Yogyakarta: UII Press.
Didi Sunardi dan Endra Wijaya, 2011, Perlindungan Hak Asasi Manusia Tersangka/ Terdakwa, Jakarta: PKIH FHUP.
Fatkhurohman, Dian Aminudin, dan Sirajuddin, 2004, Memahami Keberadaan Mahkamah Konstitusi di Indonesia, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti
Firmansyah Arifin dan Juliayus Wardi (editor), 2002, Merambak Jalan Pembentukan Mahkamah Konstitusi di Indonesia”, Jakarta: Konsorsium Reformasi Hukum Nasional (KRHN).
Hamid S Attamimi, 1991, Peranan Keputusan Presiden Republik Indonesia dalam Penyelenggaraan Pemerintahan: Studi Analisis mengenai Keputusan Presiden yang berfungsi Pengaturan dalam Kurun Pelita I- Pelita IV, Jakarta: Fakultas Pasca Sarajana Universitas Indonesia.
Hans Kelsen, 1994, General Theory of Law and State, New York: Russsel & Russel. Hari Chand, Modern Jurisprudence, Kuala Lumpur: International Law Book Services. Henry Campbell Black, 1990, Black’s Law Dictionary, ed. 6, St. Paul:West Publishing.
Jarrod Wiener, 1999, Globalization and the Harmonization of Law, London and New York: Pinter a Cassell Imprin.
Jimly Asshiddiqie & Ali Safa’at, 2006, Teori Hans Kelsen tentang Hukum, Jakarta: Konstitusi Press.
________________________, 2006, Konstitusi dan Konstitusionalime Indonesia, Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi R.I.
________________________, 2006, Perihal Undang-Undang di Indonesia, Jakarta, Sekretariat Jenderal Mahhkamah Konstitusi Republik Indonesia.
Keith E. Whittington, 2007, Political Foundation of Judicial Supremacy, Woodstock, Oxfordshire: Princeton University Press.
Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi, 2012, Dinamika Penegakan Hak Konstitusional Warga Negara Laporan Tahunan Mahkamah Konstitusi RI, (Jakarta: Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi.
Kusnu Goesniadhie S., 2006, Harmonisasi Hukum Dalam Perspektif Perundang- undangan (Lex Specialis Suatu Masalah), Surabaya: JP Books
Majda El Muhtaj, 2007, Hak Asasi Manusia dan Konstitusi Indonesia: Dari UUD 1945 sampai dengan Amandemen UUD 1945 Tahun 2002, Jakarta: Kencana.
Maria Farida Indrati Soeprapto, 1998, Ilmu Perundang-undangan, Yogyakarta: Kanisius.
________________________, 2008 “Pemahaman tentang Undang-Undang Indonesia Setelah Perubahan Undang-Undang Dasar 1945,” (Pidato pada Upacara Pengukuhan sebagai Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Depok.
Maruarar Siahaan, 2010, Hukum Acara Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jakarta:Konstitusi Press.
Moh. Hasan Wirahadikusumah, dkk., 1996/1997, Perumusan Harmonisasi Hukum Tentang Metodologi Harmonisasi Hukum, BPHN Departemen Kehakiman
Moh. Mahfud MD, 2009, Konstitusi dan Hukum dalam Kontroversi Isu, Jakarta: Rajawali Pers.
Ni’matul Huda, 2005, Hukum Tata Negara Indonesia, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
________________________, 2005, Negara Hukum, Demokrasi & Judicial Review, Yogyakarta: UII Press.
Paul Scholten, Struktur Ilmu Hukum, terjemah B. Arief Sidharta, 2003, Bandung: Alumni.
J.J.H. Bruggink, Refleksi tentang Hukum, terjemah B. Arief Sidharta, 1999, Bandung: Citra Aditya Bakti.
Ridwan HR, 2002, Hukum Administrasi Negara, Yogyakarta: UII Pres.
Saldi Isra, 2010, Pergeseran Fungsi Legislasi ; Menguatnya Model Legislasi Parlementer Dalam Sistem Presidensial Indonesia, Jakarta:Rajawali Pers.
Sandrine Baume, 2012, Hans Kelsen and The Case For Democrazy, Colechester UK: University of Essex.
Satjipto Rahardjo, 1986, Ilmu Hukum, Bandung: Alumni
________________________, 2008Negara Hukum yang Membahagiakan Rakyatnya, Yogyakarta: Genta Press.
Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji, 2004, Penelitian Hukum Normatif; Suatu Tinjauan Singkat, Jakarta: Rajagrafindo.
Theo Huijbers, 1995, Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah, Yogyakarta: Kanisius.
Tom Ginsburg, 2003, Judicial Review In New Democracies, Constitutional Court in Asian Cases, Cambridge University Press.
Zainal Arifin Hoessein, 2009, Judicial Review di Mahkamah Agung RI, Tiga Dekade Pengujian Peraturan Perundang-undangan, Jakarta: Rajawali Pers,
Jurnal
Kusnu Goesniadhie S., ”Harmonisasi Hukum Dalam Perpektif Peraturan Daerah”, Jurnal Hukum Maksigama, FH Universitas Wisnuwardhana, Vol. XXXIV, No.2, September 2009.
Maruarar Siahaan, Peran Mahkamah Konstitusi dalam Penegakan Hukum Konstitusi, Jurnal Hukum Nomor 3 Vol. 16 Juli 2009.
Ricca Anggraeni, “Kaum Miskin dan Pelanggaran Hak Asasi Manusia,” Jurnal Perkotaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Katolik Indonesia Atmajaya (Ed. Desember 2008, Vol. 2, No. 2).
Syukri Asy’ari, Meyrinda Rahmawaty Hilipito, dan Mohammad Mahrus Ali, Model dan Implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi dalam Pengujian Undang- Undang (Studi Putusan Tahun 2003-2012)¸dalam Jurnal Konstitusi Volume 10 Nomor 4, Desember 2013.
Makalah
Mualimin Abdi, Implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi terhadap Proses Legislasi di Indonesia, disampaikan Pada Ceramah Peningkatan Pengetahuan Perancang Peraturan Perundang-Undangan Jakarta, 3 Desember 2010.
Setio Sapto Nugroho, Harmonisasi Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, (Jakarta: makalah tidak diterbitkan, 2009.
Made Leita Anistiawati, “Implementasi Kebijakan Penerapan Elektronik Voting (E-Voting) Dalam Pemilihan Kepala Desa (Studi Kasus: Pemilihan Kepala Desa Medoyo Dangi Tukad, Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana).

Published

2016-05-20

How to Cite

Ali, Mohammad Mahrus, Meyrinda Rahmawaty Hilipito, and Syukri Asy’ari. 2016. “Tindak Lanjut Putusan Mahkamah Konstitusi Yang Bersifat Konstitusional Bersyarat Serta Memuat Norma Baru”. Jurnal Konstitusi 12 (3):631-62. https://doi.org/10.31078/jk12310.

Issue

Section

Articles